Rabu, 01 Agustus 2012

Model pembelajaran Mind Mapping dan Contoh Rpp


MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh peserta didik dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  6. Dari data-data di papan peserta didik diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru




Model Pembelajaran Mind Mapping
Mind mapping merupakan cara untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali ke luar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan di kota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang sangat luas. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute yang tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada. (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=702661)
Mind mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyusun fakta dan fikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa.
Konsep Mind Mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Teknik ini dikenal juga dengan nama Radiant Thinking. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut. Mind Mapping sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendam yang kita miliki dan membuat asosiasi di antara ide tersebut. Mind Mapping juga berguna untuk mengorganisasikan informasi yang dimiliki. Bentuk diagramnya yang seperti diagram pohon dan percabangannya memudahkan untuk mereferensikan satu informasi kepada informasi yang lain.(http://escaeva.com)
Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Dengan metode mind mapping siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%.
Beberapa manfaat memiliki mind map antara lain :
a. Merencana
b. Berkomunikasi
c. Menjadi Kreatif
d. Menghemat Waktu
e. Menyelesaikan Masalah
f. Memusatkan Perhatian
g. Menyusun dan Menjelaskan Fikiran-fikiran
h. Mengingat dengan lebih baik
i. Belajar Lebih Cepat dan Efisien
j. Melihat gambar keseluruhan
Ada beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :
a. Cara ini cepat
b. Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang
muncul dikepala anda
c. Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
d. Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Maping
Catatan Biasa Peta Pikiran. Hanya berupa tulisan-tulisan saja. Berupa tulisan, symbol dan gambar. Hanya dalam satu warna Berwarna-warni. Untuk mereview ulang diperlukan waktu yang lama Untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek. Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif Statis Membuat individu menjadi kreatif
Sumber Iwan Sugiarto, 2004 : 76.
Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka kan memudahkan seserorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.Peta pikiran yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi setiap hari. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap harinya. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Tugas guru dalam proses belajar adalah menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mapping.(Sugiarto,Iwan. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir.)
Cara membuat mind mapping, terlebih dahulu siapkan selembar kertas kosong yang diatur dalam posisi landscape kemudian tempatan topik yang akan dibahas di tengah-tengah halaman kertas dengan posisi horizontal. Usahakan menggunakan gambar, simbol atau kode pada mind mapping yang dibuat. Dengan visualisasi kerja otak kiri yang bersifat rasional, numerik dan verbal bersinergi dengan kerja otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi, kreativitas dan seni. Dengan ensinergikan potensi otak kiri dan kanan, siswa dapat dengan lebih mudah menangkap dan menguasai materi pelajaran.
Selain itu, siswa dapat menggunakan kata-kata kunci sebagai asosiasi terhadap suatu ide pada setiap cabang pemikiran berupa sebuah kata tunggal serta bukan kalimat. Setiap garis-garis cabang saling berhubungan hingga ke pusat gambar dan diusahakan garis-garis yang dibentuk tidak lurus agar tidak membosankan. Garis-garis cabang sebaiknya dibuat semakin tipis begitu bergerak menjauh dari gambar utama untuk menandakan hirarki atau tingkat kepentingan dari masing-masing garis.





















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Satuan pendidikan :    SD.Inpres Borong Jambu I
Mata Pelajaran     :    IPS
Kelas/semester       :    IV/ II ( Dua )

I.                   Standar Kompetensi 
Ø  Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi dan kemajuan teknologi dilingkungan kabupaten/ kota dan provinsi.
II.                Kompetensi Dasar
Ø  Mengenal perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan transportasi serta pengalaman menggunakannya.
III.             Indikator
a)      Kognitif
·         Produk:
Ø  Menjelaskan pengertian teknologi transportasi darat, laut dan udara.
·         Proses:
Ø  Menunjukkan cara-cara penggunaan alat teknologi transportasi masa lalu dan masa kini.
Ø  Membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi masa lalu ( masa lampau ) dan masa kini ( masa modern ).

b)      Afektif
·         Karakter:
Ø  Kerjasama
Ø  Keaktifan
Ø  Prakarsa
·         Sosial :
Ø  Bertanya dengan bahasa yang baik dan benar
Ø  Menyumbangkan ide
Ø  Menjadi pendengar yang baik, dan
Ø  Membantu teman yang mengalami kesulitan
c)      Psikomotor
Ø  Menyebutkan pengertian teknologi transportasi darat, laut dan udara.
Ø  Menunjukkan cara-cara penggunaan alat teknologi transportasi masa lalu dan masa kini.

Ø  Membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi masa lalu dan masa kini.
IV.             Tujuan Pembelajaran
a)      Kognitif:
·         Proses
Ø  Setelah diberikan penjelasan tentang teknologi tansportasi(C), siswa dapat(A) menyebutkan pengertian(B) teknologi transportasi darat, laut dan udara dengan tepat (D).
·         Produk
Ø  Setelah dijelaskan tentang teknologi transportasi(C) siswa dapat(A) membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi masa lalu dan masa kini(B) dengan benar(D)

b)      Afektif:
·         Karakter:
Ø  Selama proses pembelajaran, siswa memiliki kebiasaan bekerjasama dengan teman dalam menyelesaikan tugas-tugas
Ø  Selama proses pembelajaran siswa memiliki inisiatif atau prakarsa dalam menyelesaikan tugas-tugas
·         Social:
Ø  Selama proses pembelajaran siswa dapat bertanya dengan bahasa  yang baik dan benar
Ø  Selama proses pembelajaran siswa dapat menyumbangkan ide
Ø  Selama proses pembelajaran siswa dapat menjadi pendengar yang baik
Ø  Selama proses pembelajaran siswa dapat membantu teman yang mengalami kesulitan
c)      Psikomotor
Ø  Setelah diberikan penjelasan tentang teknologi transportasi(C) siswa dapat(A), menyebutkan  pengertian(B) teknologi transportasi darat, laut dan udara didepan kelas(C) secara lisan dengan baik dan tepat(D).
Ø  Setelah diberikan penjelasan tentang teknologi transportasi  (C), siswa dapat(A) menunjukkan penggunaan(B) alat-alat teknologi transportasi masa lalu dan masa kini dengan tepat (D).
Ø  Setelah proses pembelajaran diharapkan(C), siswa dapat(A) membandingkan jenis-jenis teknologi transportasi pada masa lalu dan masa kini(B) secara baik dan benar(D)
V.                Model Pembelajaran
Ø  Model Mind Mapping.
VI.             Metode Pembelajaran
Ø  Informasi.
Ø  Tanya jawab
Ø  Diskusi
Ø  Demonstrasi
Ø  Pemberian tugas.
VII.          Materi Ajar
Ø  Kelas IV IPS: Teknologi transportasi.

MATERI

Perkembangan Teknologi Transportasi
Apakah kamu pernah melihat orang berdesak-desakan di terminal bus, di stasiun kereta api, di pelabuhan laut, dan di bandar udara. Sarana pengangkutan sangat penting bagi hidup manusia. Sarana pengangkutan disebut juga alat transportasi. Tahukah kamu bahwa alat-alat transportasi yang ada sekarang ini mengalami proses perrkembangan yang panjang? Dulu orang menggunakan alat transportasi yang masih sangat sederhana. Bahkan pada zaman dulu kalau bepergian orang hanya berjalan kaki. Sekarang orang sudah memakai alat transportasi modern. Coba sebutkan beberapa alat transportasi yang digunakan dewasa ini! Alat atau sarana transportasi yang digunakan dewasa ini terdiri dari transportasi darat, transportasi air, dan transportasi udara. Ketiga kelompok transportasi ini akan dibahas di bawah ini.
1. Transportasi Darat
Alat transportasi darat berkembang dari yang sederhana sampai ke yang modern. Pada zaman dulu orang berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat. Seiring perjalanan waktu, manusia akhirnya memanfaatkan beberapa jenis binatang seperti unta, keledai, kuda, gerobak yang ditarik lembu, dan kereta kuda sebagai alat transportasi.
Sekarang, ada bermacam-macam alat transportasi. Alat transportasi dewasa ini antara lain sepeda, sepeda motor, bajaj, mobil, bus,truk, kereta api, dan sebagainya. Semua alat transportasi ini berkembang dari bentuk yang sederhana. Kita ambil contoh sepeda. Sepeda pertama tidak mempunyai pedal atau kayuh. Pedal atau kayuh pertama ditemukan seorang pandai besi dari Skotlandia. Pedal itu dipasang di roda belakang. Kemudian, sepeda Prancis dibuat dengan memakai pedal atau kayuh di depan. Roda depannya dibuat lebih besar. Sepeda pertama memakai roda besi. Setelah itu, roda besi diberi karet keras. Tahun 1885, sepeda sudah seperti sepeda sekarang. Sesudah tahun 1888, ban keras diganti dengan ban yang diisi angin. Lihat gambar di bawah ini!



Sepeda kuda hobi                               Sepeda Kirkpatrick  (velocipede) buatan tahun 1817
Macmilillan buatan
                tahun 183
                                              (
                                                    

Sepeda Penny-farthing            Sepeda “aman” buatan tahun 1860-an
buatan tahun 1885

2. Transportasi Air

Lihatlah peta negara kita Indonesia! Di dalam peta itu, kita melihat bahwa negara kita terdiri dari banyak pulau. Pulau-pulau itu terbentang dari Sabang sampai Merauke. Pulau-pulau itu dipisahkan oleh selat, laut, dan lautan yang luas. Tentu saja untuk bepergian dari satu pulau ke pulau lain tidak dapat menggunakan angkutan darat. Negara kita sangat memerlukan alat transportasi air. Yang dimaksud alat transportasi air adalah alat transportasi yang digunakan di sungai, danau, dan laut. Jenis angkutan air dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu alat transportasi air bermesin dan alat transportasi air tidak bermesin. Coba sebutkan alat-alat transportasi yang digunakan di sungai, danau, dan laut! Alat transportasi yang dipakai di sungai, danau, dan laut adalah kano, rakit, perahu, feri, kapal.
Sumber: Dokumen GPM
Gambar 9.12 Kapal layar pada zaman
dulu mengandalkan hembusan angin.

3. Transportasi Udara

Bagaimana kita bepergian lewat udara? Kita bisa naik pesawat terbang. Sejak pesawat ditemukan, orang dapat dengan cepat berpindah
dari satu tempat ke tempat lain. Kita hanya memerlukan waktu kurang lebih 1 jam dari Jakarta ke Yogyakarta. Coba bandingkan dengan lamanya perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta kalau kita naik mobil
atau kereta api! Ada macam-macam alat transportasi udara. Selain pesawat udara, ada balon udara, dan helikopter. Balon udara pertama kali dibuat pada tahun 1783. Nama pembuatnya adalah Montgolfier. Balon udara ini dapat terbang karena diberi udara panas. Udara panas itu berasal dari hidrogen yang dibakar. Kalau pemanas dinyalakan, balon akan naik. Kalau udara di dalam balon menjadi dingin, balon akan turun. Sekarang gas hidrogen tidak dipakai lagi untuk menerbangkan balon karena mudah terbakar. Sebagai gantinya, orang sekarang memakai gas helium yang tidak mudah terbakar. Alat transportasi udara yang lain adalah kapal udara. Kapal udara sebenarnya adalah balon udara yang berbentuk mentimun. Kapal udara digerakkan mesin. Supaya kapal udara ini dapat melayang, balon udaranya diisi gas helium. Di bagian bawah balon udara ada ruangan untuk penumpang. Ruang untuk penumpang itu namanya gondola. Gondola memuat kurang lebih 20 orang penumpang. Mesin untuk menggerakkan kapal udara ini dipasang pada gondola. Mesin-mesin itu berfungsi untuk menggerakkan kapal udara ke depan, naik, turun, atau berputar. Ada pilot yang mengendalikan kapal udara ini.




            

Gambar 9.14 Beberapa jenis alat transportasi udara, pesawat, helikopter, dan
balon udara

VIII.       Kegiatan Pembelajaran

*    Kegiatan awal
­         Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
­         Siswa menemukan  masalah melalui konsep yang disampaikan guru

*    Kegiatan inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
­          Menyebutkan salah satu contoh transfortasi
­          Mengelompokkan jenis-jenis transfortasi
­          melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
­          Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan jawaban mempunyai alternatif jawaban
­          Setelah itu siswa dibentuk kedalam beberapa kelompok yang anggotanya 2-3 orang
­          memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
­          memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
­          Tiap kelompok mengiventarisasi/mencatat alternatif jawaban dari hasil diskusi
­          Setelah menemukan jawaban tiap kelompok(diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat dipapan tulis dan mengelompokkan sesuai kebutuhan
­          memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
 Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
­          Dari data-data yang dicatat dipapan tulis siswa diminta membuat kesimpulan dan guru memberi perbandingan sesuai konsep yang diterapakan guru
*      Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru memberi penguatan dan menyimpulkan secara keseluruhan
IX.             Alat dan Sumber Belajar.
A.                  Media
Ø  LKS
B.                  Sumber Belajar
Ø  Buku  paket IPS kelas IV SD penerbit erlangga

X.                Format Kriteria Penilaian  
   
Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1




Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.



2.
Pengetahuan



Sikap
* Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap
4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Pengetahuan
Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.






CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
§  Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.
 Makassar 28 Juni 2012
        Mengetahui                                                                                
        Dosen Mata Kuliah                                                 Mahasiswa

       Prof. Dr. H. Ramli Umar, M.Si                                Perawati Bte Abustang
                                                                                        R. Supardi

0 komentar:

Poskan Komentar